SULAWESI UTARA — Apple Watch telah menjadi perangkat yang hampir tidak pernah dilepas penggunanya sejak dirilis 2015. Ketergantungan ini membuat aksesori pendukung menjadi faktor krusial, mulai dari band pengganti hingga solusi pengisian daya cepat. Memasuki 2026, sejumlah produsen menghadirkan produk dengan material premium dan fungsi ganda.
Dua Band Andalan: FKM untuk Olahraga, Titanium untuk Gaya
Mekanisme pemasangan band Apple Watch tidak berubah sejak generasi pertama. Band lawas dari 2015 tetap kompatibel dengan Apple Watch Ultra 3 terbaru. Dari sekian banyak pilihan, dua band berikut dinilai paling serbaguna.
Nomad Tempo Band menjadi pilihan utama untuk aktivitas olahraga. Band ini terbuat dari karet FKM yang tahan air dan tidak mudah menyerap keringat, mengatasi masalah umum pada band berbahan kain. Tersedia enam pilihan warna, dengan warna pastel biru "Tidal" menjadi favorit. Sistem penutup pin-and-tuck membuatnya mudah dipasang. Harganya USD 59 atau sekitar Rp 970 ribuan.
Untuk kebutuhan tampilan formal, Kuxiu Titanium Silk Band menawarkan alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan Milanese Loop milik Apple. Bobotnya hanya 28 gram dengan material titanium dan magnet yang kuat. Tersedia dalam warna Black dan Natural Titanium yang serasi dengan bodi Apple Watch Ultra. Dibanderol USD 67 (sekitar Rp 1,1 juta), band ini bisa dipesan langsung dari situs resmi Kuxiu.
Tiga Solusi Pengisian Daya untuk Semua Skenario
Baterai masih menjadi kelemahan utama Apple Watch. Apple Watch SE hanya bertahan 18 jam, sementara Apple Watch Ultra 3 bisa mencapai 72 jam dalam mode hemat daya. Kekhawatiran kehabisan baterai membuat charger cepat menjadi kebutuhan sekunder.
Kuxiu X61 adalah charger khusus Apple Watch dengan desain ringkas dan foldable. Material aluminium-alloy membuatnya kokoh, dengan output 5W yang mampu mengisi penuh dalam 2,5 jam. Harganya hanya USD 19,99 (sekitar Rp 330 ribuan) dan sudah termasuk kabel.
Untuk mobilitas tinggi, Aulumu M10 menawarkan solusi all-in-one. Power bank 10.000 mAh ini memiliki puck charger khusus Apple Watch 2,5W, charger magnet Qi2 15W untuk iPhone, kabel USB-C built-in 35W, dan port USB-C tambahan 30W. Total bisa mengisi empat perangkat sekaligus, cocok untuk perjalanan akhir pekan. Harganya USD 89 (sekitar Rp 1,47 juta).
Bagi yang membutuhkan charger desktop, tersedia opsi 3-in-1 yang mendukung pengisian cepat untuk iPhone 25W, Apple Watch 5W, dan AirPods 5W. Paket penjualannya sudah termasuk adaptor 45W dan plug internasional. Saat ini sedang diskon di Amazon menjadi USD 103 (sekitar Rp 1,7 juta).
Memoket Gem: Wearable AI yang Menempel di Tangan
Selain aksesori konvensional, ada produk baru bernama Memoket Gem yang mulai menarik perhatian. Perangkat AI wearable seberat 11 gram ini dirancang untuk dipasang berdampingan dengan Apple Watch menggunakan band khusus "co-wear".
Cara kerjanya sederhana: tekan sekali untuk merekam percakapan, lalu Gem akan menghubungkan isi percakapan tersebut dengan topik yang pernah dibahas beberapa pekan lalu. Sistem ini menampilkan kembali utas diskusi lama lengkap dengan tautan sumbernya. Memoket Gem dibanderol mulai USD 179 (sekitar Rp 2,95 juta) dan dijadwalkan mulai dikirim Agustus 2026.
Kesimpulan: Pilih Sesuai Kebutuhan, Bukan Tren
Dengan dua band andalan, pengguna sudah bisa menutupi hampir semua skenario harian. Band FKM untuk latihan dan band titanium untuk acara semi-formal. Untuk daya, kombinasi charger meja dan power bank portabel menjadi investasi paling masuk akal bagi pengguna yang sering bepergian.
Bagi pengguna di Indonesia, perlu dicatat bahwa produk-produk ini umumnya belum memiliki distributor resmi lokal. Pembelian harus dilakukan melalui situs internasional atau jasa titip. Biaya tambahan untuk ongkos kirim dan pajak impor perlu diperhitungkan sebelum memutuskan membeli.