Pencarian

Pertamina Hulu Rokan Sumbang 31 Persen Lifting Minyak Nasional, Ini Jurus Lawan Penurunan Produksi

Selasa, 04 Agustus 2026 • 10:33:31 WIB
Pertamina Hulu Rokan Sumbang 31 Persen Lifting Minyak Nasional, Ini Jurus Lawan Penurunan Produksi
Pertamina Hulu Rokan mencatat produksi minyak 178,03 ribu barel per hari hingga semester pertama 2026.

SULAWESI UTARA — Blok Rokan yang dikelola Pertamina Hulu Rokan (PHR) sudah berproduksi sejak 1952. Usia yang hampir tujuh dekade itu membuat lapangan di Riau ini mengalami penurunan produksi alami lebih dari 30 persen setiap tahun. Meski begitu, PHR menegaskan komitmennya menjaga pasokan energi nasional.

Direktur Utama PHR Muhamad Arifin menyebut, hingga semester pertama 2026, Regional 1 mencatat produksi minyak sebesar 178,03 ribu barel per hari (MBOPD), atau 87 persen dari target. Adapun produksi gas mencapai 746,80 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), setara 98 persen dari target.

"Menjaga produksi dari lapangan mature membutuhkan upaya yang semakin kompleks. Karena itu kami menjalankan strategi yang tidak hanya mempertahankan baseline produksi, tetapi juga menciptakan sumber pertumbuhan baru," kata Arifin dalam keterangan resminya, Senin (3/8).

Teknologi Injeksi Kimia Jadi Andalan

Salah satu jurus utama PHR adalah penerapan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) secara komersial di Minas Area A sejak Desember 2025. Metode ini dirancang untuk meningkatkan perolehan minyak dari lapangan yang sudah lama berproduksi. Selain itu, perusahaan mengoptimalkan teknologi primary recovery, secondary recovery, hingga tertiary recovery untuk menjaga produksi dari aset-aset yang sudah matang.

Upaya ini menjadi bagian dari pilar strategis "Maintain Baseline" yang menjadi fondasi keberlanjutan produksi. Tanpa intervensi teknologi, produksi Blok Rokan berisiko turun lebih cepat dari proyeksi.

Eksplorasi Struktur Baru dan Tambahan 2.000 Barel per Hari

Untuk menciptakan pertumbuhan baru, PHR mengembangkan sejumlah struktur prospektif seperti Astrea, Pinang East, dan Mustang Hitam. Pengembangan ini telah menyumbang tambahan produksi sekitar 1.000 hingga 2.000 barel minyak per hari. Perusahaan juga memperkuat kegiatan eksplorasi di cekungan matang maupun wilayah kerja baru yang memiliki potensi sumber daya migas.

Hingga Juni 2026, Regional 1 telah menyelesaikan tiga sumur eksplorasi atau melampaui target. Realisasi sumur eksploitasi mencapai 163 sumur, dengan tambahan cadangan P1 sebesar 6,26 MMBOE. Temuan sumber daya baru ini menjadi modal penting untuk menjaga produksi jangka menengah.

Transisi Energi dan Efisiensi Biaya

PHR tidak hanya fokus pada produksi minyak. Perusahaan mulai mengembangkan ekosistem Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) secara menyeluruh. Langkah ini sekaligus membuka peluang bisnis baru di masa depan, seiring dengan tren transisi energi global.

Pada saat yang sama, PHR menerapkan strategi cost leadership dan percepatan transformasi digital untuk menjaga daya saing. Efisiensi operasional menjadi kunci agar produksi tetap ekonomis di tengah tekanan biaya. Perusahaan juga mengoptimalkan layanan Carbon Capture and Storage (CCS), logistik, serta pemanfaatan kalkulator karbon untuk memantau emisi.

Seluruh strategi tersebut ditopang oleh penguatan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan kombinasi teknologi, eksplorasi baru, dan efisiensi biaya, PHR berupaya memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah dinamika industri hulu migas yang semakin menantang.

Follow www.kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks