Pencarian

Transaksi BI-FAST di Sulawesi Utara Tembus Rp 43,76 Triliun, BI Sebut Penggunaan QRIS Makin Tinggi

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 11:35:31 WIB
Transaksi BI-FAST di Sulawesi Utara Tembus Rp 43,76 Triliun, BI Sebut Penggunaan QRIS Makin Tinggi
Transaksi BI-FAST di Sulawesi Utara tercatat Rp 43,76 triliun pada triwulan I 2026, tumbuh 39,67 persen secara tahunan.

MANADO — Arus uang elektronik di Sulawesi Utara mengalir deras sepanjang triwulan I 2026. Deputi Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sulut Purwanto mengungkapkan, transaksi BI-FAST yang mencakup transfer incoming dan outgoing mencapai Rp 43,76 triliun, tumbuh 39,67 persen secara year on year (yoy).

Angka itu jauh melampaui pertumbuhan kanal nontunai lain seperti BI-RTGS yang tercatat Rp 5,94 triliun (tumbuh 6,38 persen yoy) dan SKNBI yang hanya tumbuh 1,34 persen yoy.

QRIS dan E-Wallet Jadi Primadona Warga Sulut

Purwanto menyebut metode pembayaran yang paling sering dipakai masyarakat adalah dompet digital (e-wallet), mobile banking, dan standar kode QR nasional atau QRIS. Praktis, cepat, dan efisien menjadi alasan utama pergeseran ini.

"Perkembangan tersebut menunjukkan semakin kuatnya pemanfaatan kanal pembayaran digital oleh masyarakat di Sulut," kata Purwanto di Manado, Jumat.

Uang Elektronik Tumbuh 24,25 Persen

Secara khusus, nominal transaksi uang elektronik di Sulut tercatat sebesar Rp 748 miliar. Realisasi ini tumbuh 24,25 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan yang konsisten di semua kanal ini dinilai sebagai indikasi ekosistem digital yang semakin matang di provinsi berpenduduk sekitar 2,6 juta jiwa tersebut. Perbankan dan penyedia jasa pembayaran dinilai berhasil mendorong adopsi teknologi di tengah masyarakat.

Net Inflow Rp 513,57 Miliar: Tanda Normalisasi Uang Tunai

Di sisi lain, pengelolaan uang Rupiah di Sulut pada triwulan I 2026 mencatatkan net inflow atau uang masuk sebesar Rp 513,57 miliar. Kondisi ini disebut sejalan dengan pola normalisasi kebutuhan uang tunai masyarakat.

Pada periode sebelumnya, kebutuhan uang tunai sempat meningkat tajam akibat libur hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru. Kini, peredaran uang kembali ke tingkat normal seiring aktivitas ekonomi yang berjalan standar.

Meski transaksi digital meningkat, BI memastikan ketersediaan uang tunai di seluruh anjungan tunai mandiri (ATM) dan kas keliling di Sulut tetap terjaga untuk melayani masyarakat yang masih membutuhkan layanan fisik.

Follow www.kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: manado.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks