Pencarian

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Barat Laut Tahuna, Tiga Kali Terjadi Beruntun di Sangihe

Kamis, 30 Juli 2026 • 11:04:31 WIB
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Barat Laut Tahuna, Tiga Kali Terjadi Beruntun di Sangihe
Gempa magnitudo 5,2 mengguncang barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, sebanyak tiga kali secara beruntun pada Rabu malam.

TAHUNA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi magnitudo 5,2 mengguncang barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Rabu pukul 22.10 WIB. Pusat gempa berada di 853 kilometer barat laut Sangihe, tepatnya di wilayah Filipina dengan koordinat 10,98 derajat Lintang Utara dan 123,31 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 124 kilometer.

Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG menyatakan data yang dirilis masih mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan dapat berubah seiring bertambahnya data.

Dua Gempa Pendahulu dengan Kekuatan Sama

Gempa magnitudo 5,2 pada pukul 22.10 WIB bukan satu-satunya yang terjadi di lokasi yang sama. Sebelumnya, pada pukul 20.16 WIB, gempa dengan kekuatan magnitudo 5,2 juga mengguncang barat laut Tahuna dengan kedalaman 10 kilometer. Titik gempa berada di 5,28 derajat LU dan 125,11 derajat BT.

Selang tujuh menit kemudian, pada pukul 20.23 WIB, gempa ketiga kembali terjadi. Gempa ini juga berkekuatan magnitudo 5,2 dengan kedalaman 10 kilometer. Ketiga gempa tersebut menjadikan rentetan aktivitas seismik yang cukup intens di kawasan barat laut Tahuna dalam satu malam.

Lokasi Berada di Kawasan Cincin Api Pasifik

BMKG mencatat bahwa lokasi gempa berada di kawasan yang berdekatan dengan Filipina, salah satu wilayah paling aktif secara seismik di dunia. Wilayah ini merupakan bagian dari kawasan Cincin Api Pasifik yang dikenal sebagai sabuk gempa paling aktif.

Indonesia sendiri rawan gempa karena berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik utama, termasuk Lempeng Indo-Australia, Eurasia, Pasifik, dan Filipina. Pergerakan lempeng-lempeng ini kerap memicu aktivitas gempa di berbagai wilayah, termasuk di Sulawesi Utara dan perairan sekitarnya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa, serta memeriksa kondisi rumah untuk memastikan tidak ada kerusakan struktural yang membahayakan.

Follow www.kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: manado.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks