TOMOHON — Gelaran Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 tidak hanya menjadi ajang pamer keindahan flora, tetapi juga dimanfaatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendekatkan layanan literasi keuangan kepada masyarakat. Di sela-sela kemeriahan festival, OJK Sulutgo mengajak warga untuk bijak mengelola keuangan di tengah maraknya tawaran investasi ilegal yang menggiurkan.
"Dalam pelaksanaan TIFF, OJK hadir memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terjerat investasi bodong, karena itu harus cerdas dalam keuangan," kata Kepala OJK Sulutgo Robert Sianipar di Manado, Selasa.
Robert menjelaskan, kehadiran OJK di tengah panggung TIFF mengusung semangat Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas. Komitmen itu diwujudkan lewat program literasi dan inklusi keuangan seperti Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) dan Learning Management System Keuangan (LMSKU).
Masyarakat diajak menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum memutuskan berinvestasi. Legal berarti entitas dan produknya terdaftar serta memiliki izin dari otoritas berwenang, sementara Logis mengacu pada imbal hasil yang wajar dan masuk akal.
OJK juga terus memperluas akses keuangan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan program Pengembangan Ekonomi Daerah. Langkah ini ditujukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Utara.
Untuk perlindungan konsumen, OJK menyediakan kanal pengaduan melalui Kontak OJK 157, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), serta Satgas PASTI yang aktif memberantas aktivitas keuangan ilegal.
Hal menarik dalam edukasi kali ini adalah pemanfaatan media kreatif. Masyarakat dapat memindai QR Code yang terpasang di bagian belakang mobil hias TIFF untuk mengakses Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Layanan ini memungkinkan warga mengetahui informasi riwayat kredit secara mandiri dan mudah.
"Bersama OJK, mari tingkatkan literasi, perluas inklusi, dan wujudkan masyarakat yang cerdas keuangan menuju Indonesia Emas 2045," ujar Robert.
TIFF 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung selama enam hari, 7–12 Agustus 2026. Festival ini menghadirkan rangkaian kegiatan yang menggabungkan pariwisata, florikultura, perdagangan, investasi, olahraga, budaya, hingga promosi ekonomi kreatif daerah.