SULAWESI UTARA — GIIAS 2026 menjadi panggung bagi MAXUS untuk memperkenalkan filosofi "A Quiet Luxury" kepada pasar Indonesia. Konsep ini terasa berbeda dari pendekatan pabrikan lain yang cenderung menonjolkan performa atau fitur canggih. Di booth Hall 3H, fokus utama mereka adalah pada MIFA 7 dan MIFA 9, dua MPV listrik yang mengusung tema kabin lapang dan perjalanan senyap.
MIFA 7 dirancang untuk segmen keluarga modern dan profesional yang mobilitasnya tinggi. Klaim utama yang diusung adalah jarak tempuh hingga 570 kilometer (NEDC). Secara teori, angka ini cukup untuk perjalanan Jakarta-Bandung pulang-pergi tanpa perlu khawatir mencari stasiun pengisian daya.
Dari sisi fleksibilitas, kursi-kursi di MIFA 7 bisa diatur dengan berbagai konfigurasi. Ini menjadi nilai jual utama untuk kebutuhan keluarga yang dinamis atau untuk menemani aktivitas profesional yang membutuhkan ruang serbaguna. Yang menarik, jarak tempuh MIFA 7 justru lebih jauh dari kakaknya, MIFA 9, yang hanya 520 kilometer (NEDC) — wajar, karena bobot dan dimensi MIFA 9 lebih besar.
Naik satu level, MIFA 9 tampil sebagai flagship dengan kabin yang lebih luas dan detail interior yang lebih premium. Namun, yang paling menarik perhatian di booth ini adalah kehadiran MIFA 9 hasil kolaborasi dengan Lombardi Auto Indonesia. Ini bukan sekadar stiker atau emblem tambahan; ini adalah sinyal bahwa MAXUS serius merambah segmen niche: MPV listrik yang bisa dipersonalisasi sesuai selera pemiliknya.
Kolaborasi ini menjawab kebutuhan pembeli yang menginginkan mobil tidak sekadar transportasi, tapi juga representasi identitas personal. Ini langkah cerdas untuk membedakan diri dari kompetitor di kelas MPV premium yang umumnya menjual produk standar.
Sebagai catatan penting, ini adalah kesan pertama dari pameran, bukan hasil uji kendara jangka panjang. Kami belum bisa menguji performa berkendara, kenyamanan suspensi di jalan Indonesia, atau konsumsi energi real-world yang seringkali berbeda dari klaim NEDC.
Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian calon pembeli sebelum mengeluarkan uang puluhan juta rupiah:
MIFA 7 dan MIFA 9 berhasil menyampaikan pesan bahwa kemewahan tidak harus berisik. Fokus pada kenyamanan kabin dan jarak tempuh yang panjang adalah strategi yang tepat untuk pasar Indonesia yang didominasi perjalanan antar kota. Namun, keputusan membeli tidak bisa hanya berdasarkan klaim pabrikan di pameran.
Kami merekomendasikan untuk menunggu hasil uji berkendara independen yang mengukur konsumsi energi aktual, kualitas berkendara, dan fitur keselamatan sebelum memutuskan. MIFA 7 adalah kandidat kuat untuk keluarga yang mengutamakan ruang dan ketenangan, tetapi pembuktian di jalan raya Indonesia adalah ujian sebenarnya.