Lucid Gravity Sapphire Siap Meluncur dengan Tiga Motor Listrik, SUV Cosmos Mundur ke 2027

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 02:48:31 WIB
Lucid Gravity varian Sapphire dengan tiga motor listrik dijadwalkan meluncur pada Monterey Car Week bulan ini.

SULAWESI UTARA — Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh Car and Driver, mitra Hearst Autos, dan menjadi sorotan utama dalam presentasi earnings Lucid. Meski pabrikan asal California itu tidak menyebut nama "Sapphire" secara eksplisit, indikasi mengarah kuat pada varian tersebut. Saat ini, Gravity tersedia dalam tiga konfigurasi: Touring, Grand Touring, dan Dream Edition—yang terakhir menjadi yang paling bertenaga dengan 1.070 tenaga kuda dari dua motor listrik.

Namun, Air Sapphire telah membuktikan kemampuan Lucid dengan powertrain tri-motor yang menghasilkan 1.234 tenaga kuda. Memindahkan sistem ini ke Gravity tampaknya menjadi langkah logis berikutnya bagi perusahaan yang ingin bersaing di segmen SUV listrik ultra-mewah.

Debu Pertama di Monterey Car Week

Peluncuran varian sport ini dijadwalkan berlangsung pada Monterey Car Week bulan ini. Ajang tahunan di California tersebut memang menjadi panggung ideal untuk memperkenalkan kendaraan dengan harga selangit dan performa ekstrem. Perubahan yang dijanjikan tidak hanya sebatas penambahan tenaga.

Sebagaimana pendekatan holistik yang diterapkan pada Air Sapphire, Gravity versi sport ini diperkirakan akan menerima peningkatan menyeluruh. Sistem suspensi, rem, ban, aerodinamika, kontrol stabilitas, hingga interior kemungkinan besar ikut dirombak untuk menyesuaikan dengan karakter performa tinggi.

Soal harga, patokan bisa dilihat dari Air Sapphire yang dibanderol mulai US$ 250.500 atau sekitar Rp 4 miliar. Dengan posisi Gravity sebagai SUV andalan, banderol varian Sapphire-nya dipastikan akan lebih tinggi lagi dari angka tersebut.

Cosmos Mangkir dari Jadwal, Kualitas Jadi Prioritas

Kabar kurang menggembirakan datang dari Cosmos, SUV listrik menengah yang semula dijadwalkan meluncur pada 2026. CEO Lucid, Silvio Napoli, mengonfirmasi penundaan tersebut dan menyebut kualitas sebagai alasan utama. "Tujuan saya adalah meluncurkan mobil ketika sudah siap dengan kualitas terbaik. Di masa lalu, ada kesalahan yang dilakukan. Saya ingin memastikan hal itu tidak terulang di sini," ujarnya seperti dikutip Automotive News.

Penundaan ini menjadi pukulan tersendiri bagi Lucid yang baru saja mencatatkan kerugian bersih US$ 1 miliar pada kuartal kedua. Padahal, Cosmos diprediksi menjadi model dengan volume penjualan terbesar berkat harga awal yang diperkirakan menyentuh US$ 50.000 atau sekitar Rp 800 juta.

Meski mundur dari jadwal, Lucid tetap membagikan foto-foto terbaru Cosmos yang tengah menjalani pengujian di cuaca dingin. Dari gambar yang beredar, terlihat proporsi crossover coupe dengan bagian belakang bergaya fastback. Lampu LED tipis menghiasi bagian depan dan belakang, sementara kamuflase tebal masih menutupi sebagian besar detail bodi.

Menariknya, dari tampak depan, terlihat layar berukuran panjang dan tinggi menjulang di dalam kabin, terlihat jelas melalui kaca depan. Ini mengindikasikan desain interior Cosmos akan mengusung pendekatan minimalis ala Tesla dengan mengandalkan layar sentral sebagai pusat kendali.

Keputusan menunda peluncuran Cosmos terbilang berani mengingat kondisi keuangan perusahaan yang sedang tertekan. Namun, kesalahan produksi massal justru akan menjadi bumerang yang jauh lebih mahal, terutama untuk model yang ditargetkan menjadi tulang punggung penjualan. Langkah ini menunjukkan prioritas Lucid saat ini adalah membangun reputasi keandalan produk, bukan sekadar mengejar target produksi.

Reporter: Sutomo
Sumber: roadandtrack.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top