AMURANG — Puluhan jurnalis dari berbagai platform media di Sulawesi Utara diajak berdiskusi sekaligus meninjau lokasi pembinaan warga binaan di Lapas Kelas III Amurang. Agenda ini merupakan bagian dari upaya Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulut membuka ruang komunikasi yang lebih transparan dengan publik.
Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulut, Haposan Silalahi, menegaskan bahwa pers bukan sekadar pelapor peristiwa, melainkan mitra strategis institusi. Menurutnya, pemberitaan yang berimbang dan edukatif berkontribusi besar dalam membangun citra positif pemasyarakatan di mata masyarakat.
“Media merupakan mitra strategis yang memiliki kontribusi besar dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap terjalin komunikasi yang semakin baik, terbuka, dan kolaboratif sehingga berbagai program serta capaian pemasyarakatan dapat tersampaikan secara utuh kepada publik,” ujar Haposan dalam sambutannya.
Pemilihan Lapas Kelas III Amurang sebagai lokasi acara bukan tanpa alasan. Kepala Lapas Eduard Kaligis menyebut momen ini menjadi ajang memperkenalkan sekaligus menunjukkan kapasitas lembaga yang dipimpinnya dalam menjalankan fungsi pembinaan.
“Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat sinergi serta membangun komunikasi yang lebih efektif antara jajaran pemasyarakatan dengan media massa sebagai mitra strategis dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat,” papar Eduard Kaligis.
Setelah sesi diskusi, para wartawan diajak berkeliling kompleks Lapas untuk melihat langsung area Sarana Asimilasi Edukasi (SAE). Di lokasi ini, warga binaan dibina untuk mengelola lahan produktif sebagai bagian dari program ketahanan pangan.
Beberapa komoditas yang tengah dikembangkan antara lain padi, beragam jenis sayuran, serta budidaya ikan mujair dan ikan nila. Program ini dirancang untuk memberikan keterampilan kerja bagi warga binaan sekaligus mendukung swasembada pangan di lingkungan lapas.
Kegiatan yang dihadiri Kabag Tata Usaha dan Umum Yulius Paath, Kabid Pelayanan dan Pembinaan Zulkarnain, serta Plt. Kabid Pembimbing Kemasyarakatan Roni Rumondor ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara institusi pemasyarakatan dan media dalam menyajikan informasi yang konstruktif bagi masyarakat Sulawesi Utara.