Empat Agenda Prioritas Dibahas Pemkot Kotamobagu, dari Tertib Administrasi hingga Pelestarian Budaya Mongondow

Penulis: Saiful  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 20:31:01 WIB
Rapat koordinasi Pemkot Kotamobagu membahas empat agenda prioritas, mulai dari tertib administrasi hingga pelestarian budaya Mongondow.

KOTAMOBAGU — Rapat koordinasi yang digelar Pemkot Kotamobagu bukan sekadar seremonial belaka. Sejumlah instruksi tegas langsung diarahkan kepada camat, sangadi, dan lurah agar program pemerintah berjalan optimal hingga ke tingkat akar rumput.

Pertemuan yang berlangsung di Desa Pontodon Timur itu merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya. Empat agenda utama yang dibahas mencakup penguatan administrasi pemerintahan, evaluasi pengelolaan keuangan, peningkatan keamanan dan kebersihan lingkungan, serta persiapan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tertib Administrasi dan Akuntabilitas Keuangan Jadi Prioritas Pertama

Sahaya menegaskan bahwa tertib administrasi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan menjadi fondasi utama pemerintahan. Setiap program yang dijalankan harus sesuai ketentuan, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Setiap program harus berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan," tegas Sahaya dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

Instruksi ini menyasar langsung jajaran pemerintahan di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Mereka diminta memperketat administrasi di masing-masing wilayah agar tidak ada celah penyimpangan.

Keamanan Lingkungan dan Persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Selain soal administrasi, koordinasi lintas sektor juga ditekankan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bersih. Camat, sangadi, dan lurah diminta aktif berkoordinasi dengan aparat keamanan dan masyarakat setempat.

Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, seluruh jajaran pemerintah juga diinstruksikan melakukan persiapan matang. Pemasangan bendera merah putih dan kerja bakti menjadi dua kegiatan yang secara khusus disebutkan dalam rapat tersebut.

Bahasa Mongondow dan Tari Dana-Dana Wajib Digalakkan

Yang menarik, rapat ini juga menyoroti penguatan nilai-nilai budaya daerah. Pelestarian budaya tidak hanya menjadi wacana, tetapi diarahkan untuk diimplementasikan dalam kegiatan pemerintahan.

Penggunaan Bahasa Mongondow dan pelaksanaan Tari Dana-Dana dalam berbagai kegiatan menjadi penekanan tersendiri. Hal ini sejalan dengan posisi perangkat pemerintah sebagai ujung tombak dalam mengimplementasikan visi dan kebijakan daerah.

"Perangkat pemerintah adalah ujung tombak dalam mengimplementasikan visi dan kebijakan," tambah Sahaya.

Rapat koordinasi ini diakhiri dengan menyanyikan lagu "Padamu Negeri" sebagai wujud komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sinergi antara pemerintah kota, kecamatan, desa, dan kelurahan diharapkan semakin kuat untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik sekaligus melestarikan budaya lokal.

Reporter: Saiful
Sumber: infokini.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top