SULAWESI UTARA — Setelah sempat bertahan di level Rp2.603.000 per gram pada Minggu (2/8/2026), harga emas Antam akhirnya kembali menunjukkan penguatan. Kenaikan tipis ini terjadi di tengah fluktuasi harga logam mulia global yang masih dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
Yang menarik, harga pembelian kembali alias buyback justru naik lebih tinggi. Antam menetapkan harga buyback di angka Rp2.379.000 per gram, meningkat Rp11.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Artinya, selisih antara harga jual dan harga beli kembali saat ini berada di kisaran Rp231.000 per gram.
Kenaikan harga buyback ini menjadi sinyal positif bagi investor yang tengah mempertimbangkan merealisasikan keuntungan. Namun, perlu dicermati bahwa setiap transaksi jual kembali emas batangan dengan nilai di atas Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024.
Bagi investor yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), tarif pajaknya sebesar 1,5 persen dari total nilai transaksi. Sementara bagi yang belum memiliki NPWP, potongannya lebih besar, yakni 3 persen. Nilai pajak ini dipotong langsung dari dana yang diterima saat proses buyback berlangsung.
Sebagai gambaran, jika investor menjual emas seberat 10 gram, nilai kotor yang diterima mencapai Rp23.790.000. Setelah dipotong PPh 1,5 persen (Rp356.850), dana bersih yang masuk ke rekening sekitar Rp23.433.150.
Berikut rincian harga jual emas Antam untuk seluruh pecahan yang dikutip dari laman resmi Logam Mulia pada hari ini:
Minat investasi emas batangan di dalam negeri memang terus meningkat. Selain dianggap sebagai aset lindung nilai yang stabil, instrumen ini juga kian dilirik masyarakat sebagai salah satu cara menyiapkan dana perjalanan ibadah haji. Beberapa bank dan pegadaian bahkan telah mengintegrasikan layanan investasi emas dengan program tabungan haji, memudahkan nasabah untuk menabung secara bertahap.
Dengan tren harga yang masih menunjukkan penguatan di tengah ketidakpastian ekonomi global, emas Antam tetap menjadi pilihan menarik bagi investor ritel yang mencari portofolio yang lebih aman.