TON DANO — Ratusan siswa SMP Negeri 1 Tondano mengikuti Program Unggulan Bina Rohani Siswa yang digagas Kemenag Kabupaten Minahasa bersama FKUB. Kepala Kemenag Kabupaten Minahasa, Dolie Tangian, menegaskan bahwa upaya membangun generasi muda yang cerdas dan berkarakter terus menjadi perhatian utama lembaganya.
Kegiatan ini tidak hanya menyasar aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter dan literasi digital. Para siswa dibekali kemampuan untuk menjadi pengguna media digital yang kritis, bertanggung jawab, dan bijaksana dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI, Muhammad Adib Abdushomad, menyebut tema literasi digital dalam kegiatan ini menjadi kompetensi penting bagi generasi masa kini. Ia mengingatkan para siswa agar tidak sekadar menjadi pengguna media digital.
"Ruang digital dapat menjadi sarana membangun persaudaraan, memperluas pengetahuan, dan memperkuat kerukunan apabila digunakan dengan etika dan rasa tanggung jawab," ujar Adib di hadapan para peserta didik.
Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr Lynda Deisye Watania, mengajak para siswa mempersiapkan diri menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia. Menurutnya, keberhasilan bangsa pada masa depan sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya hari ini.
Ia menekankan bahwa generasi emas bukan hanya mereka yang memiliki prestasi akademik, tetapi juga generasi yang memiliki disiplin, integritas, semangat belajar, kepedulian terhadap sesama, serta mampu menjaga persatuan dalam keberagaman.
Ketua FKUB Kabupaten Minahasa, Dr Evert A A Tangel, mengingatkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Kejujuran, rasa hormat kepada orang tua dan guru, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai merupakan nilai-nilai dasar yang tidak boleh ditinggalkan.
Program Bina Rohani Siswa ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antarinstansi dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di Sulawesi Utara. Dengan pembekalan karakter sejak dini, diharapkan para pelajar Minahasa mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat.