MANADO — Empat gunung api di Sulawesi Utara saat ini menyandang status waspada (level II), menurut keterangan resmi Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi Maluku, Kementerian ESDM. Status ini mengharuskan warga di sekitar gunung untuk mematuhi radius bahaya yang telah direkomendasikan.
Penyelidik Bumi Ahli Muda balai tersebut, Sandy Gumolili, menyebutkan keempat gunung api aktif itu adalah Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Gunung Lokon di Kota Tomohon, dan Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara.
Dari keempatnya, Gunung Awu menjadi yang paling baru mengalami perubahan status. Gunung yang terletak di Kabupaten Kepulauan Sangihe ini diturunkan dari siaga (level III) menjadi waspada pada 8 Juli 2026.
Penurunan status tersebut tidak serta-merta menghilangkan potensi bahaya. Balai tetap merekomendasikan agar masyarakat tidak beraktivitas di area yang telah ditentukan, mengingat kondisi material vulkanik yang belum stabil.
Untuk Gunung Karangetang, rekomendasi yang dikeluarkan cukup detail. Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati, melakukan pendakian, atau beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya radius 1,5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan).
Area larangan diperluas secara sektoral ke arah selatan dan barat daya sejauh 2,5 kilometer. Potensi guguran lava serta awan panas guguran perlu diwaspadai karena penumpukan material lava sebelumnya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya.
Sementara itu, empat gunung api lain di provinsi ujung utara Sulawesi ini tercatat berstatus normal (level I). Mereka adalah Gunung Mahawu di Kota Tomohon, Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Gunung Tangkoko di Kota Bitung, dan Gunung Ambang di Kabupaten Bolaang Mongondow.
Meski berstatus normal, seluruh gunung api yang berada di Sulawesi Utara tetap memiliki radius bahaya masing-masing yang harus dihormati. Balai Pemantauan berharap warga yang bermukim di sekitar gunung api patuh terhadap rekomendasi yang telah dikeluarkan untuk menghindari risiko bencana.