MANADO — Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Utara menurunkan sejumlah komoditas kebutuhan pokok dalam Gerakan Pangan Murah yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sulut. Beras, gula, berbagai bumbu dapur, hingga telur ayam menjadi barang yang paling diburu pembeli. Antrean warga dan ASN memenuhi area parkir kantor gubernur sejak kegiatan dibuka.
Gerakan Pangan Murah ditempatkan sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi daerah. Pemprov Sulut menyasar dua hal sekaligus: menjaga stabilitas pasokan pangan dan menahan laju kenaikan harga di tingkat konsumen.
Komoditas yang Dijual di Gerakan Pangan Murah Sulut
Sejumlah kebutuhan rumah tangga disiapkan dalam kegiatan tersebut. Beras menjadi komoditas utama yang dijual, disusul gula pasir, aneka bumbu dapur, dan telur ayam. Semua barang dijual dengan harga di bawah harga pasar umum.
Pilihan komoditas itu bukan tanpa alasan. Beras, gula, dan telur termasuk kelompok bahan pokok yang paling cepat memicu kenaikan inflasi di daerah. Ketika harga ketiganya melonjak, daya beli warga langsung tergerus.
Respons Warga: Membantu di Tengah Harga Kebutuhan Pokok Naik
Warga menyambut baik kegiatan tersebut. Menurut mereka, Gerakan Pangan Murah sangat membantu dan meringankan beban di tengah naiknya harga kebutuhan pokok saat ini.
ASN di lingkungan Pemprov Sulut turut memanfaatkan kesempatan itu. Kehadiran mereka menambah keramaian di area parkir kantor gubernur sepanjang kegiatan berlangsung.
Mengapa Pemprov Sulut Fokus pada Stabilisasi Pangan
Pangan merupakan penyumbang terbesar inflasi di banyak daerah, termasuk Sulawesi Utara. Kenaikan harga beras atau telur dalam beberapa pekan saja bisa mendorong inflasi bulanan naik signifikan.
Melalui operasi pasar seperti ini, Pemprov Sulut berupaya memutus rantai kenaikan harga di tingkat konsumen. Pasokan tambahan dengan harga lebih rendah diharapkan menekan harga di pasar reguler.
Gerakan Pangan Murah juga menjadi instrumen jangka pendek untuk menjaga daya beli masyarakat. Ketika harga pangan terkendali, uang warga bisa dialihkan untuk kebutuhan lain seperti pendidikan dan kesehatan.
Langkah Lanjutan Setelah Gerakan Pangan Murah
Pemprov Sulut belum menyampaikan jadwal lanjutan kegiatan serupa. Namun pola operasi pasar biasanya digelar berkala, terutama menjelang periode permintaan tinggi seperti hari besar keagamaan.
Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Utara akan terus memantau pergerakan harga komoditas pokok di sejumlah pasar. Jika ditemukan lonjakan, intervensi pasar bisa kembali dilakukan.