SULAWESI UTARA — Menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih akan menerima kendaraan dinas operasional Pindad Maung Garuda berwarna putih secara serentak. Pengadaan ini bagian dari proyek kendaraan dinas nasional buatan PT Pindad yang digulirkan atas instruksi Presiden Prabowo Subianto, dan berpotensi meluas ke pejabat negara lainnya.
Kepastian pembagian mobil dinas tersebut disampaikan Chief Technology Officer Badan Pengelola Investasi Danantara, Sigit Puji Santosa, di sela acara Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta. Menurut Sigit, cakupan penerima kendaraan buatan dalam negeri ini tidak menutup kemungkinan bertambah.
Spesifikasi Berbeda dari Maung Kepresidenan
Secara rupa dan fitur dasar, Maung Garuda yang disiapkan untuk para menteri mengadopsi basis serupa Maung MV3 Garuda Limousine milik Presiden Prabowo. Perbedaannya terletak pada penyesuaian spesifikasi operasional.
Salah satu pembedanya, unit untuk menteri tidak dilengkapi fasilitas sunroof seperti pada kendaraan kepresidenan. Sigit menyebut perbedaan spesifikasi ini memang disengaja menyesuaikan kebutuhan pemakaian harian para pejabat.
"Spesifikasinya beda dong (dengan presiden), cukup banyak. Tapi nanti mungkin tunggu 20 Oktober ya, nanti akan ada kejutan," ujar Sigit.
Penyeragaman Armada Sejak Instruksi Oktober 2024
Instruksi penggunaan kendaraan buatan dalam negeri pertama kali digaungkan Presiden Prabowo usai pelantikannya pada Oktober 2024. Presiden meminta para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselon I beralih menggunakan Pindad Maung.
Kebijakan itu kemudian resmi diterapkan jajaran menteri, termasuk para menteri koordinator, mulai 5 Oktober 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar termasuk pejabat yang sudah memakai mobil dinas tersebut.
Airlangga menyampaikan pendistribusian fasilitas kendaraan dinas dari PT Pindad ini masih berlangsung secara bertahap. Artinya, tidak semua pejabat menerima unit pada waktu yang sama.
Berpotensi Meluas ke Pejabat Negara Lain
Saat ditanya soal kepastian penerima berikutnya, Sigit menegaskan komitmen penyeragaman armada operasional pejabat pemerintahan. Ia memberi sinyal cakupan program ini bisa lebih luas dari yang berjalan sekarang.
"Bahkan lebih dari itu nanti," ujarnya.
Pernyataan itu membuka kemungkinan kendaraan dinas Pindad Maung Garuda tidak berhenti di lingkup menteri dan wakil menteri. Jajaran pejabat negara lain disebut berpotensi menyusul, meski daftar pastinya belum diumumkan.
Bagi PT Pindad, penyeragaman armada ini menjadi pesanan dalam jumlah besar untuk lini kendaraan taktis versi sipil-operasional. Publik menantikan pengumuman resmi soal jumlah unit, jadwal penyerahan, dan siapa saja yang masuk daftar penerima berikutnya.