Pencarian

Bluesky Ajukan Domain .bsky, Handle Pengguna Bisa Jadi Lebih Singkat

Selasa, 06 Oktober 2026 • 21:46:31 WIB
Bluesky Ajukan Domain .bsky, Handle Pengguna Bisa Jadi Lebih Singkat
CEO Bluesky Toni Schneider mengumumkan permohonan domain .bsky pada Senin.

SULAWESI UTARA — Bluesky resmi mengajukan permohonan agar ".bsky" menjadi domain internet tingkat atas, seperti .com atau .org, sehingga handle pengguna bisa dipersingkat dari @sarahp.bsky.social menjadi @sarahp.bsky. Proses persetujuan ICANN baru akan diumumkan pada 7 Oktober 2026 dan diperkirakan memakan waktu 18 hingga 24 bulan sebelum bisa digunakan. Langkah ini menandai upaya Bluesky memperkuat konsep identitas digital yang dimiliki sendiri oleh pengguna, bukan sekadar disewa dari platform.

CEO Bluesky Toni Schneider mengungkap rencana jangka panjang perusahaan pada Senin dengan membagikan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan untuk menjadikan ".bsky" sebagai sufiks domain internet. Jika disetujui, pengguna bisa mengubah handle sosial mereka yang panjang menjadi nama domain yang lebih pendek dan rapi.

Sebagai gambaran, handle @sarahp.bsky.social suatu hari nanti bisa berubah menjadi sekadar "sarahp.bsky". Perubahan ini membuka ruang bagi Bluesky untuk berinovasi pada profil pengguna, dari yang semula hanya halaman berisi bio dan unggahan, menjadi semacam halaman rumah personal yang lebih menyeluruh untuk membangun kehadiran seseorang di internet.

Status Pengajuan dan Timeline Persetujuan

Permohonan Bluesky belum disetujui. Schneider menyebut ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers), organisasi nirlaba yang mengawasi nama domain internet, akan mempublikasikan aplikasi untuk domain baru tersebut pada 7 Oktober 2026, dan permintaan Bluesky akan termasuk di dalamnya.

Prosesnya tidak singkat. Dibutuhkan waktu 18 hingga 24 bulan hingga seluruh tahapan selesai, sehingga pengguna jangan berharap bisa memakai handle ".bsky" dalam waktu dekat.

Bagaimana Domain .bsky Akan Didistribusikan

Saat dihubungi untuk memberi keterangan, Bluesky menyatakan belum memfinalkan bagaimana domain .bsky akan diminta, didaftarkan, atau didistribusikan. Namun perusahaan menegaskan tidak memiliki rencana untuk menjual maupun memonetisasi domain tersebut.

Keputusan itu cukup mencolok. Pasalnya, registrasi domain bisa menjadi bisnis yang menguntungkan dan berpotensi menjadi sumber pendapatan bagi startup yang telah mengumpulkan dana besar namun belum menghasilkan uang dari iklan.

Alasan Bluesky Menolak Monetisasi Domain

Bluesky beralasan menjual domain bertentangan dengan keyakinan mereka soal web terbuka. COO Bluesky Rose Wang menyampaikan pandangan itu dalam komentar yang dibagikan kepada TechCrunch.

"Domains are a big part of the open web, as they allow users to control their own online identity," ujar Rose Wang, COO Bluesky, dalam komentar yang dibagikan kepada TechCrunch. "Bluesky was built on the belief that you should own your presence online, not rent it from a platform that can take it away."

Pernyataan Wang menegaskan posisi Bluesky yang ingin membedakan diri dari platform sosial besar yang mengontrol penuh identitas penggunanya. Dengan domain sendiri, pengguna disebut memiliki kendali lebih besar atas kehadiran digital mereka.

Implikasi bagi Pengguna dan Lanskap Platform Sosial

Bagi pengguna aktif Bluesky, domain .bsky berpotensi menyederhanakan cara orang mengingat dan membagikan handle mereka. Alih-alih mengetik sufiks panjang ".bsky.social", cukup ".bsky" — mirip pola yang sudah lazim di dunia situs web.

Rencana ini juga menyentuh perdebatan lebih luas soal kepemilikan identitas digital. Platform seperti X dan Meta selama ini menyimpan kendali atas handle pengguna, sehingga akun bisa dicabut atau diubah sepihak. Model domain terbuka menawarkan alternatif yang lebih portabel.

Meski demikian, seluruh rencana ini masih bergantung pada persetujuan ICANN. Publikasi aplikasi domain baru pada 7 Oktober 2026 akan menjadi penanda awal apakah ambisi Bluesky ini berjalan sesuai jadwal.

Follow www.kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks