Pencarian

Saham BMRI Melemah 2,07% ke Rp4.260, Terdalam di Empat Bank Besar

Senin, 21 September 2026 • 09:19:31 WIB
Saham BMRI Melemah 2,07% ke Rp4.260, Terdalam di Empat Bank Besar
Saham BMRI melemah 2,07% ke Rp4.260 pada perdagangan Senin (21/9/2026).

SULAWESI UTARA — Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 2,07% ke Rp4.260 per saham pada perdagangan Senin (21/9/2026), pelemahan harian terbesar di antara empat bank besar Bursa Efek Indonesia. Tekanan muncul setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00% disertai proyeksi hawkish, ditambah eskalasi ketegangan di Selat Hormuz yang mengganggu jalur pelayaran.

Pelemahan BMRI terjadi di tengah tekanan menyeluruh pada pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,33% ke level 6.441,16 pada perdagangan sebelumnya, setelah sempat dibuka menguat di posisi 6.512,57.

Sepanjang sesi tersebut, 464 saham melemah, 212 saham menguat, dan 287 saham stagnan. Total volume transaksi mencapai 30,38 miliar lembar saham dengan nilai Rp19,06 triliun.

The Fed Jadi Pemicu Utama Tekanan Sektor Perbankan

Keputusan bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00% menjadi faktor dominan yang menekan saham perbankan. Proyeksi kebijakan yang cenderung hawkish untuk sisa tahun 2026 memperkuat ekspektasi bahwa biaya dana global akan bertahan tinggi lebih lama.

Sentimen eksternal lain datang dari eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz. Pasar juga mencermati ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) sebesar 25 basis poin ke level 1,25%.

Kombinasi faktor tersebut memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah dan imbal hasil obligasi, dua variabel yang menjadi perhatian utama investor di pasar saham domestik.

BMRI Terdalam di Antara BBCA, BBRI, dan BBNI

Di antara empat bank besar Bursa Efek Indonesia, BMRI mencatatkan persentase pelemahan harian terbesar pada 18 September 2026 dibandingkan BBCA, BBRI, dan BBNI yang juga melemah pada sesi yang sama.

Saham-saham perbankan tercatat sebagai beberapa saham dengan bobot pemberat terbesar terhadap pelemahan indeks hari itu, bersama saham PT Amman Mineral Internasional (AMMN).

Yang Perlu Dicermati Investor

Pergerakan dalam satu sesi perdagangan belum tentu mencerminkan tren jangka panjang suatu saham. Investor perlu memisahkan antara tekanan teknikal jangka pendek yang dipicu sentimen global dan kondisi fundamental emiten.

Data harga yang digunakan dalam artikel ini bersumber dari TradingView per Jumat, 18 September 2026, sekitar pukul 16:55 WIB. Data volume, rentang harian, rentang 52 minggu, dan kapitalisasi pasar diambil dari Investing.com dan Ajaib pada periode yang sama. Data tersebut bukan data real-time, sehingga harga penutupan dapat berbeda dari harga terkini di bursa.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan saham global, produk tokenized stocks yang tersedia di platform Pintu memberikan eksposur ke pergerakan harga saham global, termasuk saham teknologi dan perusahaan besar Amerika Serikat, melalui aset keuangan digital yang tercatat di blockchain.

Follow www.kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pintu.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks