SULAWESI UTARA — Sirkuit Mandalika memanfaatkan putaran keempat Mandalika Racing Series 2026 pada 18-20 September untuk menguji seluruh perangkat elektronik lintasan sebelum MotoGP Indonesia 2026 digelar 9-11 Oktober. Direktur Operasional MGPA Donny Mahardjono memastikan timing system, TV digital, flag system, hingga lampu start berfungsi baik dan persiapan kini tinggal tahap penyelesaian akhir.
Pengujian berlangsung selama tiga hari pelaksanaan MRS 2026 putaran empat di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Perangkat yang diuji mencakup sistem pencatatan waktu, siaran TV digital, sistem bendera, dan lampu start yang menjadi perangkat wajib dalam balapan berstandar internasional.
"Ajang MRS 2026 round empat ini momentum untuk uji coba perangkat elektronik Sirkuit Mandalika," kata Donny setelah menghadiri open ceremony MRS 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah.
Timing System hingga Lampu Start Berfungsi Baik
Donny menyebut seluruh proses uji coba berjalan lancar. Menurutnya, tidak ada kendala berarti pada perangkat elektronik yang diuji selama balapan berlangsung.
"Hingga saat ini, seluruh proses uji coba berjalan dengan lancar. Kami pastikan perangkat elektronik di sirkuit ini berfungsi dengan baik," ujarnya.
Dengan hasil pengujian tersebut, MGPA menargetkan persiapan menuju MotoGP Indonesia 2026 tinggal menyelesaikan tahap akhir. "Jadi untuk MotoGP, insyaallah kami semua siap, tinggal melakukan finishing saja," kata Donny.
Balapan Digelar untuk Menjaga Grip Aspal Lintasan
Pelaksanaan MRS menjelang MotoGP Indonesia 2026 bukan sekadar ajang balap biasa. Donny menjelaskan lintasan tetap perlu digunakan agar kualitas grip aspal sirkuit terjaga selama masa jeda antar-kompetisi.
Karena itu, MRS 2026 putaran empat dinilai penting untuk mempertahankan karakter permukaan trek. MGPA juga menetapkan batas penggunaan lintasan sebelum masa persiapan MotoGP dimulai.
"Kami batasi H-2 minggu adalah batas terakhir untuk penggunaan track, setelah itu steril untuk masa persiapan MotoGP Indonesia 2026," katanya.
Setelah batas tersebut, Sirkuit Mandalika akan ditutup dari aktivitas balap dan disterilkan untuk persiapan akhir menuju gelaran MotoGP.
MGPA Tegaskan Lintasan Sesuai Standar FIM
Terkait insiden crash yang terjadi dalam pelaksanaan MRS, Donny menegaskan kondisi lintasan telah memenuhi standardisasi internasional Federasi Internasional Sepeda Motor atau FIM. Menurutnya, penyebab kecelakaan bisa beragam dan penilaiannya menjadi kewenangan race director.
"Dari sisi track kami berani memberikan statement bahwa apa yang ada di sirkuit ini sudah dalam standarisasi FIM," katanya.
Penilaian apakah sebuah insiden merupakan kecelakaan murni atau akibat pelanggaran perilaku balap, lanjut Donny, sepenuhnya berada di tangan race director. MGPA memilih tidak berspekulasi di luar kewenangan tersebut.
Kompetensi Marshal Daerah Terus Diasah
Selain pengujian perangkat dan pemeliharaan lintasan, pelaksanaan MRS menjadi sarana peningkatan kompetensi marshal Sirkuit Mandalika. Donny menyebut para marshal yang bertugas merupakan putra-putra daerah.
Semakin banyak event digelar di sirkuit tersebut, semakin bertambah pengalaman mereka di garis depan. Hal ini dinilai berdampak langsung pada kualitas penanganan balapan.
"Dengan semakin banyaknya event, pengalaman mereka bertambah sehingga secara langsung akan meningkatkan kompetensi. Semua marshal di Sirkuit Mandalika mampu menunjukkan kemampuan dalam menjalankan tugas mereka di garis depan," katanya.
MotoGP Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung 9-11 Oktober 2026. Dengan pengujian elektronik yang rampung dan lintasan yang segera disterilkan, MGPA menyatakan kesiapan menyambut balapan kelas dunia tersebut.