MANADO — Dahlan Iskan tampil sebagai salah satu narasumber utama dalam kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) dan Temu Responden Sulawesi Utara 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Utara. Ia berbicara dalam sesi Bincang Ekonomi: Outlook Ekonomi dan Prospek Usaha Sulawesi Utara. Forum itu mempertemukan pelaku usaha daerah dengan sejumlah pembicara untuk membahas arah ekonomi dan prospek bisnis di wilayah tersebut.
Fokus, Integritas, dan Kemandirian Jadi Kunci Bertahan
Menurut Dahlan, pengusaha perlu memiliki fokus yang jelas dalam mengembangkan bisnis. Integritas dan disiplin mengelola keuangan juga dinilainya sebagai bagian penting untuk menjaga keberlangsungan usaha. Ia mengingatkan pelaku usaha agar membangun pola pikir yang tidak bergantung pada pihak lain.
Sikap mandiri itu, kata dia, penting supaya pengusaha mampu mengambil keputusan dan mengembangkan bisnisnya sendiri. Dahlan menyampaikan hal tersebut sebagai perspektif praktis bagi pelaku usaha yang menghadapi perubahan lingkungan bisnis cepat.
"Jadi pengusaha itu yang pertama harus dilakukan adalah fokus. Fokus benar-benar bagaimana mengembangkan bisnis. Bahkan kalau ngigau Anda pas tidur bukan tentang bisnis Anda, itu artinya Anda belum fokus," ujar Dahlan, dikutip dari disway.id, Kamis (17/9/2026).
Pengusaha Sulut Dinilai Sudah Berorientasi Ekspor
Dahlan memberi apresiasi kepada pengusaha lokal Sulawesi Utara yang selama ini telah berorientasi pada pasar ekspor. Pengalaman tersebut dinilainya menjadi modal untuk terus mengembangkan produk dan memperluas pasar. Ia menilai orientasi ekspor itu memperkuat posisi pelaku usaha daerah di tengah persaingan yang makin ketat.
Kelapa, Ikan, Pala, dan Cengkeh Jadi Sorotan Hilirisasi
Dalam forum tersebut, Dahlan menyoroti sejumlah komoditas unggulan Sulawesi Utara yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi. Kelapa menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian, selain ikan, pala, dan cengkeh.
Dahlan memiliki catatan khusus mengenai kelapa karena selama ini banyak bertemu dengan petani kelapa, terutama di berbagai wilayah Sulawesi. Menurutnya, peluang hilirisasi kelapa semakin terbuka seiring meningkatnya permintaan produk olahan kelapa di pasar internasional, terutama Tiongkok.
Karena itu, pelaku usaha dinilai tidak cukup hanya menjual komoditas dalam bentuk bahan mentah. Kapasitas pengolahan perlu diperkuat agar komoditas tersebut menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang pasar ekspor yang lebih luas.
Kegiatan Diseminasi LPP dan Temu Responden Sulawesi Utara 2026 menjadi ruang bagi BI dan pelaku usaha daerah membahas prospek ekonomi wilayah. Dahlan berharap pengusaha Sulawesi Utara memanfaatkan momentum itu untuk memperkuat kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pasar.