Pencarian

Harga Minyak Dunia Turun 1%, WTI Bertahan di US$100,88 per Barel

Jumat, 18 September 2026 • 09:20:01 WIB
Harga Minyak Dunia Turun 1%, WTI Bertahan di US$100,88 per Barel

SULAWESI UTARA — Harga minyak mentah dunia turun sekitar 1 persen pada perdagangan Jumat (18/9), dengan West Texas Intermediate (WTI) melemah US$1,03 menjadi US$100,88 per barel. Penurunan terjadi meski konflik Arab Saudi dan Houthi kembali memanas, karena pasar menilai gangguan pasokan masih bisa diatasi lewat jalur alternatif.

Kontrak acuan Brent juga turun US$1,01 atau 1 persen ke level US$103,77 per barel. Pelemahan ini melanjutkan tren negatif sehari sebelumnya, ketika kedua kontrak kompak ditutup turun sekitar 1 persen pada perdagangan Kamis (17/9).

Pelaku pasar merespons serangan lintas perbatasan terbaru antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman dengan sikap wait and see. Eskalasi tersebut memperluas front konflik di Timur Tengah, tetapi belum cukup mendorong harga minyak kembali ke level puncaknya.

Gangguan Pasokan dari Yanbu dan Pipa East-West

Harga minyak sempat melonjak ke level tertinggi dalam sekitar empat bulan pada pekan ini. Pemicunya adalah laporan sejumlah sumber bahwa pengiriman minyak mentah dari terminal ekspor Arab Saudi di Yanbu, Laut Merah, dihentikan sementara.

Riyadh juga membatalkan sejumlah pengiriman minyak ke Eropa setelah pipa East-West milik Arab Saudi mengalami kerusakan akibat serangan pada pekan lalu. Pipa ini merupakan jalur vital untuk mengangkut minyak mentah dari wilayah produksi di bagian timur Arab Saudi menuju pelabuhan Yanbu.

Citra satelit dan tiga sumber industri menunjukkan tiga stasiun pompa pada jaringan pipa tersebut mengalami kerusakan. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan perkiraan sebelumnya, menandakan skala kerusakan lebih luas dari dugaan awal.

Empat Persen Pasokan Global dalam Ancaman

Hingga kini belum ada kepastian soal waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki pipa dan mengembalikan aliran minyak ke kondisi normal. Ketidakpastian ini menjadi faktor utama yang menahan harga tetap bertahan di atas US$100 per barel.

Sejumlah pedagang memperkirakan gangguan berkepanjangan pada pipa menuju Yanbu berpotensi memengaruhi hingga sekitar 4 persen pasokan minyak global. Angka itu cukup besar untuk mengubah keseimbangan pasar jika perbaikan memakan waktu berbulan-bulan.

Respons Pasar dan Prospek Jangka Pendek

Pasar tampak mengabaikan kekhawatiran terhadap ancaman baru pada pasokan, meski serangan lintas perbatasan kembali terjadi. Sikap ini menunjukkan investor masih berharap jalur alternatif dapat menutup sebagian besar gangguan yang ada.

Bagi pelaku bisnis di dalam negeri, pergerakan harga minyak dunia berdampak langsung pada biaya energi dan bahan baku industri. Pemerintah juga perlu mencermati dampaknya terhadap asumsi makro dan subsidi energi jika harga bertahan tinggi dalam periode panjang.

Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada perkembangan perbaikan pipa East-West dan apakah ketegangan di Timur Tengah meluas ke jalur pelayaran utama. Kedua faktor itu akan menentukan arah harga minyak dalam beberapa pekan ke depan.

Follow www.kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks