SULAWESI UTARA — Laporan hilang kontak diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026) pukul 04.10 WITA dari General Manager PT Virgo Yoel Rihi. Enam personel diberangkatkan ke lokasi pada pukul 04.30 WITA, sekitar 20 menit setelah laporan masuk.
Kronologi Hilang Kontak di Laut Jawa
Kapal Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/9) pukul 10.13 GMT. Dalam perjalanan, kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk sebelum akhirnya kehilangan kontak sekitar pukul 02.00 WITA.
Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana, yang menjabat sebagai SAR Mission Coordinator, menyebut posisi terakhir kapal yang diterima timnya berada di perairan menjelang Banjarmasin.
"Posisi terakhir kapal yang diterima berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin," kata Putu dalam konferensi pers di Banjarmasin, seperti dikutip dari Antara.
Data VesselFinder dan Estimasi Waktu Tempuh
VesselFinder mencatat posisi terakhir Virgo Transport 8 sekitar 10 jam sebelum data diakses. Kapal terpantau masih bergerak dengan kecepatan 5,9 knot dan posisinya sudah mendekati perairan Banjarmasin.
Dari sisi operasi, Kantor SAR Banjarmasin memperkirakan waktu tempuh menuju lokasi perkiraan posisi terakhir sekitar lima jam. Estimasi ini menjadi acuan tim gabungan dalam menyusun pola pencarian di Laut Jawa.
Aset dan Instansi yang Dikerahkan
Operasi pencarian melibatkan KN SAR Laksmana 241, peralatan water rescue, dua set peralatan selam, perangkat komunikasi, hingga Starlink. Koordinasi dilakukan bersama KSOP Banjarmasin, Lanal Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, Distrik Navigasi Banjarmasin, PT Pelindo Banjarmasin, dan agen kapal Virgo Cabang Banjarmasin.
Putu meminta masyarakat dan keluarga penumpang tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.
"Kami mengimbau masyarakat dan keluarga penumpang tetap tenang serta menunggu informasi resmi dari petugas, Tim SAR gabungan terus melakukan pemantauan dan pencarian berdasarkan perkembangan situasi di lapangan," ujarnya.
Peran Pelacak Kapal untuk Operasi SAR
Data VesselFinder menjadi salah satu rujukan awal tim SAR sebelum armada mencapai lokasi. Platform pelacakan kapal berbasis AIS ini rutin dipakai otoritas pelabuhan dan operator untuk memantau pergerakan kapal di perairan Indonesia, termasuk di jalur padat Laut Jawa.
Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap Virgo Transport 8 beserta 243 orang di dalamnya. Pembaruan informasi resmi akan disampaikan Kantor SAR Banjarmasin seiring perkembangan di lapangan.