MANADO — Lima kepala sekolah penerima program Revitalisasi Kemendikdasmen 2026 gelombang pertama menyatakan optimistis pekerjaan di satuan pendidikan mereka rampung pada akhir Oktober 2026. Keyakinan itu disampaikan kepada wartawan Sulutnews.com dan Lacak Post Jurnalis Sumikolah Sulut secara terpisah baru-baru ini.
Progres pekerjaan di masing-masing sekolah bervariasi, mulai dari 90 persen hingga 97 persen. Nilai proyek yang dikelola juga beragam, bergantung pada skala pekerjaan yang dilakukan di tiap satuan pendidikan.
Kepala SMA Swasta Katolik Aquino Manado, Josephin Samiran, menyebut realisasi revitalisasi di sekolahnya sudah mencapai 96 persen. Nilai proyek di sekolah itu tercatat Rp 1,333 miliar dan dipastikan selesai akhir Oktober 2026.
Pekerjaan di SMA Aquino mencakup ruang laboratorium, toilet, dan rehabilitasi ruang kelas. Josephin menilai program revitalisasi sangat membantu proses belajar mengajar di sekolahnya.
Kepala SMK Swasta Islam Yayasan Pendidikan Islam Manado (YAPIM), Bakry, menyatakan proyek senilai Rp 1,343 miliar sudah rampung 97 persen. Pekerjaan yang tersisa hanya bagian finishing dan ditargetkan tuntas akhir bulan.
Beberapa ruang praktik siswa diperbaiki, termasuk untuk Program Perhotelan Pariwisata, ruang belajar, perpustakaan, toilet, serta atap sekolah. "Saya optimistis rampung akhir bulan ini," kata Bakry.
Kepala SMA Negeri 1 Langowan, Moody Karundeng, menyebut pekerjaan di sekolahnya sudah rampung di atas 90 persen dan akan selesai pada akhir bulan. Sejumlah ruangan diperbaiki, termasuk toilet dan perpustakaan.
Di SMK Negeri 1 Langowan, Kepala Sekolah Hartini Ngadirejo mengatakan proyek senilai Rp 1,8 miliar sudah rampung 90 persen. Ruang praktik siswa diperbaiki dan dibangun baru, termasuk toilet serta ruang belajar lainnya. Hartini optimistis pekerjaan rampung tepat waktu.
Kepala SMA Swasta Perguruan Islam Manado (PIM), Agusta Paraeng, menyebut anggaran revitalisasi di sekolahnya relatif kecil, yakni lebih dari Rp 400 juta. Meski demikian, dampaknya dinilai positif, terutama untuk rehabilitasi toilet dan beberapa ruang kelas.
"Cukup baik program Revitalisasi," kata Agusta.
Lima kepala sekolah mengaku pekerjaan berjalan baik dan sesuai petunjuk teknis (juknis). Pengawasan ketat dari Kemendikdasmen, konsultan teknik, serta Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) disebut menjadi faktor pendukung.
"Jadi proyek Revitalisasi dikerjakan sesuai juknis dan berkualitas," kata Josephin dan Bakry. Hal senada disampaikan Moody Karundeng dan Hartini Ngadirejo.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dikda Sulut, Bravo Turangan, mengapresiasi satuan pendidikan yang progres pekerjaannya sudah di atas 90 hingga 97 persen. Bravo memastikan pekerjaan rampung sesuai jadwal akhir Oktober 2026.
"Ya, kami memberikan apresiasi bagi sejumlah satuan pendidikan SMA dan SMK yang realisasi proyek revitalisasinya sudah di atas 90 hingga 97 persen," kata Bravo kepada wartawan Sulutnews.com, Jumat (9/10/2026) sore di Manado.
Bagi satuan pendidikan yang baru memulai pekerjaan pada September, Bravo meminta mereka terus bekerja keras hingga akhir tahun. Program Revitalisasi dari Presiden Prabowo Subianto melalui Kemendikdasmen dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga sekolah penerima yang melaksanakan pekerjaan secara swakelola diminta mengikuti juknis dan aturan serta menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulut selaku Unit Pelaksana Teknis Kemendikdasmen di Sulut, Febry Dien, menyebut satuan pendidikan yang akan rampung akhir Oktober 2026 sesuai perencanaan merupakan pertanda baik kinerjanya.
Revitalisasi dengan swakelola yang dikawal Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) bersama tim teknis dan melibatkan pekerja dari masyarakat sekitar sekolah dinilai berdampak nyata bagi peserta didik. Mereka dapat belajar dan memanfaatkan bangunan yang telah direvitalisasi.
"Ini luar biasa manfaatnya bila sudah rampung akhir Oktober di beberapa sekolah," kata Febry Dien.
Sebagai Kepala BPMP, Febry menyatakan pihaknya sering mendorong sekolah dan para pekerja agar melaksanakan program sesuai aturan dan panduan. Sekolah yang menyelesaikan pekerjaan 100 persen akan diundang BPMP sebagai bagian dari evaluasi dan penjaminan mutu program revitalisasi.