PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong mengembangkan industri gula aren berbasis agroforestri di Sulawesi Utara melalui Program Segaris Pelangi. Program ini mencatat 789 individu tanaman aren yang ditanam pada area seluas 6,7 hektare. Pendekatan agroforestri dipilih agar pemanfaatan lahan berjalan seiring upaya pelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasi panas bumi.
MANADO — General Manager PGE Area Lahendong Yanuaris Dwi Cahyono menyatakan program pemberdayaan masyarakat tersebut dirancang selaras dengan perlindungan lingkungan. Program Segaris Pelangi menjadi strategi pengembangan industri gula aren yang tidak melepaskan vegetasi hutan di sekitarnya.
"Kami terus mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang selaras dengan upaya perlindungan lingkungan. Salah satunya melalui Program Segaris Pelangi, yakni strategi pengembangan Industri Gula Aren Berbasis Agroforestri," kata Yanuaris di Manado.
Agroforestri merupakan sistem pemanfaatan lahan yang mengombinasikan tanaman budidaya dengan vegetasi alami. PGE Area Lahendong menerapkan pendekatan ini dengan tetap mempertahankan naungan dan vegetasi hutan.
Dengan cara tersebut, pemanfaatan lahan untuk tanaman aren tidak menghilangkan fungsi ekologis kawasan. Penanaman aren di bawah naungan pohon hutan memungkinkan produktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa membuka lahan secara masif.
Berdasarkan data dalam Dokumen Ringkasan Kinerja Pengelolaan Lingkungan (DRKPL), Program Segaris Pelangi telah mencatat 789 individu tanaman aren pada area seluas 6,7 hektare. Angka itu menjadi capaian konkret program yang menggabungkan konservasi dengan pengembangan ekonomi warga.
Yanuaris menyebut pengembangan ini sebagai bagian dari upaya PGE mendorong potensi ekonomi lokal sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Tanaman aren yang tumbuh di kawasan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan hasilnya untuk menopang aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Upaya konservasi di wilayah operasi panas bumi, menurut Yanuaris, perlu mempertimbangkan kondisi ekosistem setempat. Pelaksanaan program juga harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar perlindungan lingkungan berjalan berkelanjutan.
Pelibatan warga menjadi kunci karena mereka yang mengelola lahan dan merawat tanaman aren sehari-hari. Manfaat ekonomi dari gula aren diharapkan menjadi insentif agar masyarakat turut menjaga kelestarian hutan di sekitarnya.
Program Segaris Pelangi menjadi bentuk integrasi antara konservasi lingkungan dan pengembangan ekonomi masyarakat. Melalui aren berbasis agroforestri, PGE Area Lahendong berupaya mempertahankan fungsi ekologis kawasan sekaligus membuka peluang pemanfaatan hasil tanaman.
Yanuaris menegaskan pengembangan energi panas bumi harus berjalan berdampingan dengan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan itu dinilai penting untuk memastikan pengembangan potensi panas bumi tetap memperhatikan kondisi ekologis dan sosial di setiap wilayah operasi.
"Bagi PGE, keberlanjutan merupakan bagian dari bagaimana kami menjalankan operasional dan mengembangkan potensi panas bumi dengan tetap memperhatikan perlindungan keanekaragaman hayati serta manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi," ujarnya.
PGE Area Lahendong terus mendorong upaya konservasi yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah operasinya. Perlindungan keanekaragaman hayati, keterlibatan masyarakat, dan pengembangan potensi ekonomi lokal diintegrasikan sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan pengembangan panas bumi.