SULAWESI UTARA — Fotografer asal Jepang, Yuji Watanabe, menghidupkan kembali wujud hantu dan makhluk mistis dari cerita rakyat negaranya melalui serangkaian foto surealis yang bernuansa gelap dan menghantui. Karya-karya tersebut menampilkan interpretasi visual dari sosok yokai dan yurei yang selama ini hanya hidup di imajinasi dan legenda lisan. Pendekatan ini menawarkan sudut pandang baru terhadap mitologi Jepang yang kaya namun jarang divisualisasikan secara modern.
Yuji Watanabe merupakan fotografer yang berfokus pada visualisasi sosok hantu dan makhluk mistis dari khazanah cerita rakyat Jepang. Ia menggarap proyek foto yang menampilkan interpretasi visual atas yokai dan yurei, dua kategori makhluk supernatural yang akrab dalam tradisi Jepang.
Pendekatan yang dipakai bersifat surealis. Alih-alih menampilkan sosok hantu secara literal dan menakutkan, Watanabe membangun suasana aneh, gelap, dan menghantui lewat komposisi cahaya serta latar yang tidak biasa.
Cerita rakyat Jepang punya lapisan makhluk halus yang sangat beragam. Yokai mencakup roh, monster, dan makhluk gaib dengan karakter yang berbeda-beda, sementara yurei merujuk pada arwah penasaran yang biasanya muncul dengan ciri khas tertentu.
Selama ini, wujud makhluk-makhluk tersebut lebih banyak hidup di buku cerita, pertunjukan teater, dan film. Watanabe mencoba memindahkannya ke medium fotografi, sehingga penonton bisa melihatnya seolah-olah hadir di ruang nyata.
Kesan menghantui dalam karya Watanabe tidak datang dari efek jumpscare. Suasana dibangun lewat permainan bayangan, pencahayaan redup, dan penempatan subjek di ruang yang terasa asing.
Hasilnya adalah foto yang tidak sekadar menampilkan hantu, tetapi juga memancing pertanyaan tentang apa yang sedang dilihat. Pembaca diajak menafsirkan sendiri sosok dan situasi dalam gambar.
Proyek ini menyasar dua kelompok sekaligus. Penggemar fotografi seni mendapat pendekatan baru terhadap tema surealis, sementara penikmat budaya Jepang bisa melihat cerita rakyat negaranya diterjemahkan ke bahasa visual kontemporer.
Bagi industri kreatif, karya semacam ini menunjukkan bahwa mitologi lokal masih menyimpan bahan yang belum banyak digarap. Fotografi, film, hingga konten digital bisa memanfaatkannya sebagai sumber ide.
Watanabe belum mengumumkan rencana pameran atau perluasan proyek ini. Namun, karya-karyanya sudah cukup menunjukkan bahwa wujud hantu Jepang masih bisa tampil menakutkan tanpa kehilangan sisi artistiknya.