SULAWESI UTARA — TVS berencana memperluas pabriknya di Karawang, Jawa Barat, untuk memproduksi motor listrik sekaligus motor berbahan bakar etanol. Rencana penambahan investasi pabrikan India ini diungkap Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, yang menyebut TVS sudah menyampaikan niatnya langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Pabrik TVS di Karawang sendiri tercatat telah memproduksi lebih dari satu juta unit kendaraan roda dua dan roda tiga untuk pasar domestik maupun ekspor.
"(Mereka) ingin mengembangkan pabriknya lebih luas, tidak hanya berbahan bakar EV, tapi juga mereka akan menerapkan berbahan bakar etanol," kata Rosan, seperti dikutip CNBC Indonesia.
PT TVS Motor Company Indonesia merupakan anak perusahaan TVS Motor Company India yang beroperasi di Indonesia sejak 2007 melalui fasilitas manufaktur terintegrasi di Karawang, Jawa Barat. Sejak memulai produksi komersial, perusahaan telah merealisasikan investasi sebesar USD250 juta atau sekitar Rp4,12 triliun.
Pabrik Karawang menjadi salah satu basis produksi global TVS di luar India dan Inggris. Produk yang dihasilkan telah dipasarkan ke berbagai negara di ASEAN, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika.
Operasional PT TVS Motor Company Indonesia menyerap ratusan tenaga kerja langsung. Perusahaan juga memberi dampak ekonomi bagi kurang lebih 8.000 tenaga kerja tidak langsung melalui jaringan distributor, pemasok, kontraktor, dan penyedia jasa beserta asosiasinya.
Produksi motor dari pabrik di Karawang mencapai 1 juta unit, mencakup kendaraan roda dua dan roda tiga untuk pasar domestik maupun ekspor.
Pihak TVS sudah melakukan pembicaraan dengan Presiden Prabowo Subianto. Prabowo menerima perwakilan prinsipal TVS di Istana Negara untuk kunjungan kehormatan.
"Jadi tadi dibicarakan rencananya dan kemungkinan kerja sama seperti itu. Kebetulan prinsipalnya dateng, CEO-nya datang, jadi ini lebih ke courtesy visit kepada Presiden," kata Rosan.
Belum dijelaskan detail nilai investasi yang akan digelontorkan TVS untuk pengembangan motor listrik dan motor etanol. Rosan memastikan rencana itu mencakup kedua lini tersebut.
"Di bidang pengembangan dari motor listrik, motor berbasis etanol. Jadi nanti dengan tim dari Menristekdikti (Brian Yuliarto) juga untuk pengembangan listrik, berbasis etanol ini," tuturnya.
Pengembangan motor etanol menandai arah baru TVS di pasar Indonesia, yang selama ini dikenal lewat lini motor bensin dan kendaraan roda tiga. Kejelasan soal nilai investasi dan jadwal produksi masih menunggu pengumuman resmi berikutnya.