SULAWESI UTARA — Fabio Quartararo resmi meninggalkan Yamaha dan bergabung dengan Honda mulai MotoGP 2027, langkah yang berkebalikan dari keputusan Marc Marquez delapan musim lalu. Juara MotoGP 2021 itu yakin Honda sedang serius membangun kembali kekuatan mereka menghadapi era regulasi baru. Namun proses adaptasi dengan ban Pirelli dan motor anyar diprediksi tidak akan instan.
Keputusan Quartararo menyeberang ke Honda menjadi salah satu perpindahan paling menarik menjelang musim 2027. Pebalap asal Prancis itu meninggalkan Yamaha di tengah masa sulit Honda yang baru saja kehilangan Marc Marquez beberapa tahun sebelumnya. Quartararo punya pandangan berbeda soal arah tim pabrikan Jepang tersebut.
Quartararo menilai Honda berada di fase serius untuk kembali bersaing di papan atas. Keyakinan itu muncul dari pengamatan terhadap langkah pabrikan dalam beberapa tahun terakhir.
"Karena aku yakin Honda, selama bertahun-tahun, sedang berada dalam fase di mana mereka mau kembali meraih kemenangan. Mereka mengerahkan semua sumber daya untuk kembali bersaing. Dengan perubahan regulasi, motor baru, dan ban baru, aku yakin Honda bisa memberikan kejutan dan menghadirkan motor sangat kompetitif," ujar El Diablo dikutip dari GPOne.
Perubahan regulasi MotoGP 2027 memang menjadi faktor besar. Honda disebut menyiapkan motor baru untuk menghadapi aturan teknis yang berbeda, termasuk peralihan pemasok ban ke Pirelli.
Kepergian Marc Marquez dari Honda disebut Quartararo menjadi momentum penting bagi pabrikan untuk berbenah. Marquez meninggalkan Honda setelah delapan musim bersama, lalu hijrah ke Ducati karena motor Honda dinilai tidak kompetitif.
Menurut Quartararo, Honda sudah memahami apa yang diminta pebalapnya saat itu. Kesadaran itulah yang mendorong mereka bekerja lebih agresif dalam dua tahun terakhir.
"Saya yakin mereka sudah memahaminya. Honda kehilangan pebalap terbaiknya, dan saat itu mereka menyadari apa yang diminta Marc. Mereka sadar bahwa mereka harus bekerja jauh lebih agresif, dan dalam dua tahun terakhir mereka telah membuat kemajuan cukup besar," sambung rider asal Prancis.
Quartararo tidak menutup mata pada hambatan yang menanti. MotoGP 2027 akan memakai ban Pirelli, sementara jadwal pengujian untuk memahami motor dan ban baru cukup terbatas.
Kondisi itu membuat proses adaptasi jadi krusial. Quartararo menyadari pindah ke Honda bukan jaminan langsung tampil kompetitif.
"Bukan berarti begitu pindah ke Honda, motornya langsung menjadi yang terbaik; kita harus bekerja, menyesuaikannya, dan melakukannya sedikit demi sedikit. Sedikit demi sedikit, tapi dengan cepat," tukasnya.
Bagi penggemar MotoGP Indonesia, perpindahan ini akan menjadi salah satu storyline utama menuju 2027. Pertanyaannya sederhana: apakah keyakinan Quartararo pada proyek Honda bakal terbayar di lintasan, atau justru mengulang siklus sulit yang pernah dialami Marquez.