Grab Akuisisi Atome USD1,49 Miliar, Perluas Paylater di Indonesia

Penulis: Yasir  •  Kamis, 17 September 2026 | 09:17:31 WIB

SULAWESI UTARA — Grab resmi mengambil alih 60% saham Atome Financial senilai USD1,49 miliar atau sekitar Rp24 triliun, langkah awal akuisisi bertahap terhadap penyedia layanan buy now, pay later asal Singapura itu. Sisa 40% saham akan dibeli dua tahun setelah transaksi tahap pertama rampung, dengan valuasi ekuitas Atome diperkirakan antara USD2 miliar hingga USD4,5 miliar. Kesepakatan ini membuka jalan bagi Grab memperluas bisnis paylater dan pinjaman konsumen di Filipina, Indonesia, dan Thailand tanpa membangun infrastruktur kredit dari nol.

Transaksi tahap pertama diperkirakan tuntas pada kuartal III 2027, menunggu persetujuan regulator dan pemenuhan sejumlah persyaratan. Setelah rampung, Grab akan mengkonsolidasikan Atome Financial ke dalam segmen Financial Services perusahaan. Laporan Reuters menyebut kesepakatan ini sebagai salah satu akuisisi terbesar Grab di lini keuangan konsumen.

Nilai Deal dan Skema Pembelian Bertahap

Grab membeli 60% saham Atome lebih dulu, dengan opsi membeli sisa 40% dua tahun kemudian. Harga pembelian tahap kedua tidak dipatok sekarang, melainkan mengacu pada kinerja Atome dengan rentang valuasi ekuitas USD2 miliar sampai USD4,5 miliar.

Skema bertahap ini lazim dipakai di transaksi fintech lintas negara. Pembeli mendapat kendali operasional lebih dulu, sementara penjual masih punya insentif menjaga performa hingga pembelian penuh.

Jaringan Lima Negara dan 25 Juta Pengguna Atome

Atome Financial sudah beroperasi di Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, dan Thailand. Perusahaan itu mencatat sekitar 25 juta pengguna yang telah bertransaksi di lima negara tersebut.

Portofolio Atome mencakup pinjaman BNPL, pinjaman tunai konsumen, kartu BNPL, dan layanan pinjaman digital. Grab sebelumnya hanya punya layanan BNPL di Malaysia dan Singapura.

Tiga Bank Digital Grab Jadi Kunci Efisiensi Pendanaan

Presiden sekaligus Chief Operating Officer Grab, Alex Hungate, menyebut akuisisi ini memangkas waktu ekspansi yang biasanya bertahun-tahun.

"Akuisisi Atome memungkinkan Grab untuk fokus pada perluasan bisnis, alih-alih menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan model kredit," kata Hungate, dikutip dari Reuters.

Hungate menambahkan Grab bisa memakai tiga bank digitalnya untuk menekan biaya pendanaan aset Atome. Ketiga bank itu adalah GXS Bank di Singapura, GXBank di Malaysia, dan Superbank di Indonesia.

Dampak ke Pasar Paylater Indonesia

Superbank yang dikendalikan Grab bersama Singtel bakal jadi instrumen utama pendanaan paylater di Indonesia. Skema ini memungkinkan Grab menyalurkan kredit tanpa bergantung pada pendanaan pihak ketiga yang bunganya lebih mahal.

Di pasar lokal, layanan paylater sudah diisi pemain seperti Kredivo, Akulaku, Shopee PayLater, dan GoPay Later. Masuknya Grab dengan basis pengguna ojek online dan food delivery yang besar berpotensi mengubah peta persaingan, terutama di segmen konsumen kelas menengah bawah.

Yang Perlu Dicermati Investor dan Pelaku Usaha

Sejumlah hal masih menggantung. Persetujuan regulator di lima negara belum keluar, termasuk restu OJK untuk sisi operasional Superbank dan Atome Indonesia. Tenggat kuartal III 2027 juga memberi ruang bagi regulator meninjau dampak konsentrasi pasar.

  • Nilai transaksi tahap pertama: USD1,49 miliar (sekitar Rp24 triliun)
  • Saham yang diambil sekarang: 60%, sisa 40% dua tahun kemudian
  • Rentang valuasi ekuitas tahap kedua: USD2 miliar–USD4,5 miliar
  • Basis pengguna Atome: sekitar 25 juta di lima negara
  • Target pasar ekspansi: Filipina, Indonesia, Thailand

Bagi pelaku usaha di ekosistem paylater, konsolidasi ini menandakan persaingan akan bergeser ke skala pendanaan. Pemain tanpa akses ke bank digital atau sumber dana murah berisiko tergerus di sisi margin.

Reporter: Yasir
Sumber: uzone.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top