SULAWESI UTARA — AirPods 5 hadir dalam dua varian, sama seperti strategi AirPods 4 dua tahun lalu. Model dasar dibanderol USD 129 (sekitar Rp 2,06 juta), sementara versi dengan Wireless Charging Case dijual USD 149 (sekitar Rp 2,38 juta). Keduanya sudah bisa dipesan di Apple hari ini, lengkap dengan gratis ukiran personal dan bonus tiga bulan Apple Music.
Yang menarik, AirPods 4 dengan ANC masih dijual di harga USD 149 — sama persis dengan AirPods 5 versi Wireless Charging Case. Artinya, kalau kamu butuh ANC dan beli baru sekarang, tidak ada alasan logis memilih AirPods 4.
Selisih USD 30 antara model dasar dan versi wireless charging terasa masuk akal kalau kamu memang sudah punya charging mat. Kalau tidak, USB-C tetap tersedia di kedua varian.
Dari luar, sulit membedakan AirPods 5 dan AirPods 4. Apple menyebut ada "arsitektur akustik multiport yang sepenuhnya baru", tapi secara visual nyaris tidak kelihatan. Perbedaan paling nyata ada di batang earbud: sebuah cekungan touch-capacitive kecil yang berfungsi sebagai volume slider.
Fitur ini diadopsi dari AirPods Pro 3. Detailnya sangat kecil sehingga kemungkinan besar terlewat kalau tidak diperhatikan saksama. Versi Wireless Charging Case juga mendukung pengisian nirkabel lewat charger Apple Watch, pad Qi, atau USB-C biasa.
Selain volume slider, AirPods 5 dan AirPods 4 sama-sama memakai batang sensitif sentuh untuk kontrol musik. Keduanya bisa membedakan antara cubit dan ketuk, tapi pengguna harus menghafal sendiri kombinasi mana untuk fungsi apa.
Tom's Guide mencatat bahwa kontrol sentuh bukan pendekatan favorit mereka — banyak yang lebih memilih kontrol suara atau lewat ponsel. Tapi setidaknya opsinya tetap tersedia saat tangan penuh.
Apple mengklaim AirPods 5 terdengar lebih baik berkat arsitektur sonik yang diperbaiki. Klaim ini belum bisa diverifikasi independen karena unit review belum beredar luas. Yang sudah ada: kesan awal Kate Kozuch, Head of Video Tom's Guide, yang sempat mencobanya di Cupertino.
Menurut Kozuch, bass AirPods 5 terasa "peningkatan yang cukup kentara" — poin penting untuk earbud open-fit yang biasanya lemah di sektor low-end. Namun dia juga menegaskan tidak melihat perbedaan yang cukup besar untuk membenarkan upgrade dari AirPods 4.
"Ini datang dari pengguna AirPods 4: saya rasa tidak ada yang perlu upgrade dari AirPods 4," ujarnya.
AirPods 5 membawa beberapa fitur dari lini Pro ke harga yang lebih ramah: Spatial Audio personal, live translation, dan ANC yang diklaim Apple mampu meredam "50 persen lebih banyak kebisingan eksternal dibanding AirPods 4 dengan ANC".
Angka 50 persen kedengarannya besar, tapi perlu konteks: ini tetap earbud open-fit. Perangkat over-ear seperti Bose masih akan jauh lebih unggul dalam meredam bising. Peningkatan ini nyata, tapi bukan lompatan kelas.
Baterai adalah keluhan terbesar pada AirPods 4. Dengan ANC mati hanya sekitar 5 jam, dan dengan ANC menyala turun ke 4 jam. Angka ini jauh di bawah kompetitor.
AirPods 5 model dasar sepertinya tidak menawarkan perbaikan signifikan. Hanya versi Wireless Charging Case yang mendapat tambahan satu jam dengan ANC menyala berkat desain baterai ulang. Sebagai perbandingan, Sony WF-1000XM6 disebut mampu bertahan sekitar 8 jam dengan ANC aktif.
Satu jam tambahan mungkin tidak akan mengubah pengalaman secara drastis. Pengguna tetap akan sering mencari charger di tengah hari.
Untuk pembeli pertama, AirPods 5 versi Wireless Charging Case masuk akal. Tambahan USD 30 dari model dasar memberi wireless charging, volume slider, dan baterai sedikit lebih awet. Kalau budget ketat, model dasar USD 129 tetap memberi separuh performa lini Pro dengan harga sekitar USD 100-an.
Untuk pemilik AirPods 4, situasinya berbeda. Spatial audio, volume slider, dan live translation memang fitur bagus, tapi bukan alasan cukup untuk menyingkirkan earbud lama — terutama karena baterai tidak banyak berubah.
Kalau memang mencari kualitas suara terbaik dan budget memungkinkan, AirPods Pro 3 di USD 249 tetap jadi pilihan paling logis. AirPods 5 adalah pembaruan inkremental yang jujur soal batasannya sendiri.